
Belakangan ini, Indonesia dilanda masalah darurat moral. Darurat moral terjadi di Indonesia, antara lain: darurat narkoba, darurat pelecehan seksual, darurat bullying, dan darurat pencemaran nama baik.
Sungguh memprihatinkan kondisi bangsa Indonesia tercinta ini. Kondisi kemerosotan moral ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pemerintah pusat harus membuat regulasi agar pelaku/tersangka merasakan efek jera akan perbuatannya.
Kasus-kasus yang belakangan ini terjadi antara lain penghinaan atau penistaan terhadap ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila, melecehkan pahlawan bangsa, dan masih banyak kasus-kasus lain yang berhubungan dengan darurat kemerosotan moral.
Presiden Republik Indonesia ke-1, Ir. Soekarno, pernah mengatakan, "Bangsa ini harus dibangun dengan mendahulukan pembangunan karakter (character building) karena character building inilah yang akan membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar, maju dan jaya, serta bermartabat. Kalau character building ini tidak dilakukan, maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli".
Untuk memperdalam makna perkataan Bapak Bangsa Ir. Soekarno, mari kita bahas secara lebih mendalam di sini.
Dari makna perkataan Bapak Bangsa Ir. Soekarno, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter di Indonesia sangat mutlak diperlukan. Karena, krisis dan kemerosotan moral semakin tinggi apabila tidak diberlakukan mutlak di Indonesia secara merata.
Saya perlu menegaskan kembali perkataan bapak Ir. Soekarno bahwa Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan kebohongan elit atas, hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri.
Artinya, hanya suatu bangsa yang dapat merubah nasib bangsanya sendiri. Kemerosotan moral dapat menurun apabila ada usaha keras bangsa Indonesia untuk lebih menggalakkan pendidikan karakter di Indonesia.
Maka dari itu, mari sama-sama menyadarkan generasi bangsa dari zaman ke zaman agar karakter anak bangsa tidak semakin buruk dalam melakukan tindakan yang dilakukannya.

